Untuk kamu, Yang mungkin sekarang hatinya sedang bahagia, yang sedang merasakan debar-debar cinta, yang tidak sabar ingin selalu bercerita dengan dia, lewat suara atau pun pesan-pesan mesra. Untuk kamu, yang sekarang ini, tidak tahu dengan waktu, yang kau inginkan hanya dia, bercerita, bertemu, mendengar suaranya bahkan helaan napasnya. Tanpa sadar pergantian waktu hingga azan subuh mengema.
Untuk kamu, yang mungkin berharap dialah yang terakhir bagimu, dan kau iginkan membagun suatu bahtera yang susah senangnya pasti akan bisa kau lalui dengan rasa cinta mu yang sangat membara saat ini. Kamu mugkin telah menepiskan segala kemungkinan terburuk. Dan yang kau mau hanya dia. Sama seperti kita waktu menepikan pendapat bahwa kita hanya terbawa suasana, kita yakinkan hati bahwa ini memang cinta yang dikirim oleh Nya.
Kamu… pernah melakukan itu kepada ku, kamu pernah seperti itu padaku. Tetapi kenapa kamu sangat mudah untuk melupakan, kenapa melepaskan aku sangat gampang bagimu? Bahkan tidak ada terlihat bahwa kamu merasa kehilangan, semua biasa saja bagimu, bahkan ketika bertemu kamu dengan bahagia tersenyum padaku dan hatiku sangat pilu.
setelah kamu mengakhiri keinginan mu padaku, meruntuhkan mimpi-mimpi yang kau janjikan padaku. menengelamkan aku dalam luka yang teramat dalam, mencampakan aku seolah aku tiada harga yang pantas bagi mu. Dan aku masih luka, masih berdarah , dan merana. Sedangkan kamu sudah memulai lagi dengan dia yang baru. Yang mungkin sekarang kau pangil Sayang seperti cara mu memangil aku dulu.
Aku ingin mengatakan ini di depan muka mu,bahwa kamu jahat dan kejam, seolah aku bukan seorang yang pernah kamu sayangi, seorang yang pernah berarti bagimu. Tapi apa daya, Tidakkah mengutuk sesama manusia dilarang oleh Tuhan kita. Aku lemas tidak berdaya. Menangis sampai air mata ku kering pun kamu tidak akan kembali. Melepaskan, mengiklaskan adalah sesuatu yang benar-benar kulakukan dengan penuh perjuangan.
29/01/2020 – masih terasa sakitnya
and your SNS about how you approaching her